Thursday, September 12, 2013

Eulogi buat Nirwan

Nirwan
dari segala apa pun
yang sering aku kenangkan adalah kuntum senyummu
yang lemah dan selalu manis itu;
lembut alun sibak rambutmu
berpendar cahaya
hitam bersulam harum zaitun;
dan matamu yang memelihara derita
aku melihatnya serupa fajar pagi
kau buat basah dan penuh seri;
ya, juga saat terakhir itu Nirwan
dingin genggam tanganmu paling ku ingat
serta kecup bibirmu yang pernah hangat pun tidak aku lupa;

Sebuah ketaatan
mimpi mimpi yang tak nyaris
menghapus dan hilang
Nirwan
kerana kau
rindu adalah serangkai ikebana di
makam cinta kita;

Jika mati
adalah jalan satu satunya
jalan terakhir
jalan yang ada
tak mengapa Nirwan
kerana telah ku wasiatkan
agar nanti kita tidur selahad;

Lalu kenangan pun mendebu
dalam musim yang tak mengenal hujan
Nirwan
sepasang daun kekeringan
gugur di pusara kita
dan cinta pun tak pernah
menumbuh lagi;

Setelah apa pun
aku tahu dan mengerti
dengan sesungguhnya
cinta bukanlah tentang
kebersamaan
tapi matimu Nirwan
tak pernah adil untuk rinduku!

No comments:

Post a Comment