Monday, January 23, 2012

Qasidah Buat Qistin


Congak hitung, lama sudah kau pergi
Bibir mungil penguntum debar jantungku
Terpisah jasad terpisah alam
Dimensi baru kau itu jauh sekali
Gapaian tanganku tak mungkin sampai

Sayang
Benar aku cemburu
Melihat pelosok manusia sekalian bercumbuan
Redha kadang menggila
Terlupa Dia yang lebih melihat

Sayang
Gelutan aku mencari semula dirimu
Kadang tersalah erti
Disalah erti amat selalu
Jeritan batinku tiada yang mendengar
Apakah sumpahanmu sudah sebati?

Aku tak mungkin melupakanmu
Tapi tak mungkin pula mendapatkan kau kembali
Cuma ini
Hanya bait-bait ini
Ku sisipkan buatmu yang sudah jauh
Redhai aku dengan pengganti
Kerna aku juga meredhai pemergianmu

Titik

- in the remembrance of NurQistin, 1988 - 2002