Tuesday, September 27, 2011

kehadapan kekasihku yang tertunda (i)

1. kehadapan kekasihku yang tertunda; saat kau lelap, tanganku di tubuhmu kejap dan akan kubawa terbang bersama mimpi ke dalam mimpi.

2. kehadapan kekasihku yang tertunda; embun lagikan tak berdaya, kering dalam matamu mungkin, dan yang gugur basah kerana lelahnya kita.

3. kehadapan kekasihku yang tertunda; senyumlah sayang, akan ku memandangmu dari jauh, dalam sekadar mimpi-mimpi, sambil mungkin menangis sendiri.

4. kehadapan kekasihku yang tertunda; takdir itulah algojo yang memancung cinta kita, darahnya kekal mewangi, tetap mengalir hingga ke syurga.

5. kehadapan kekasihku yang tertunda; simpan saja surat cintamu, baris-baris sajak itu tiada yang akan membacanya lagi, tidak waima aku sendiri.

6. wahai kekasihku yang tertunda; apalah lagi yang bisa kuperbuat, hidup melarat dengan mengemis cintamu, yang hanya sekadar ada, yang sekadar sisa.

7. wahai kekasihku yang tertunda; malam-malam serupa ini, aku mengingatimu bak sungai di syurga tak berpenghuni. tanpamu, ia tak berseri bahkan sunyi.

8. wahai kekasihku yang tertunda; beredarlah jauh dari janji-janji yang mungkin bisa kita materai, kerana ia takkan dapat lagi kau gapai.

9. wahai kekasihku yang tertunda; kita bertemu hanya sekadar utk menjauh kembali, bagai dua jarum jam yang perlahan menghambat, bahkan masa turut membenci.

10. wahai kekasihku yang tertunda; kita cuba mencipta kenangan, namun, bak mimpi, ia kabur dan tak pernah bertahan.


Siapakah kekasihmu yang tertunda itu? Dia mungkin gadis penjual tiket wayang di pawagam yang sering kamu kunjungi, atau yang berselisih bahu dengan kamu tika berjalan di pasar malam, atau jejaka bermata biru yang kamu temui di simposium kerjamu bahkan kekasih tertunda mungkin saja yang duduk di sebelah kamu di dalam tren ketika menuju ke mana-mana! Siapa saja bisa menjadi kekasih tertunda. Tetapi kita tak akan pernah tahu siapa dia, malahan tiada siapa pun yang tahu. Namun yang pasti, dialah seseorang yang kita berharap akan jadi kekasih kita di suatu hari nanti, biarpun kita tak pernah menyedarinya di ketika ini, tapi, takdir tidak akan mengizinkan itu terjadi. 

Andai takdir Tuhan ada beberapa versi lain di lembar luh-mahfuzNya itu.........

No comments:

Post a Comment